Strategi pemasaran berdasarkan kepentingan Cognitive dan Affective

by Cintya Sherry

Strategi pemasaran berdasarkan kepentingan Cognitive dan Affective.

1. Cognitive,

Kognitif terdiri dari pengetahuan, arti dan kepercayaan.

Contoh kasus: Pemasaran outlet-outlet (restaurant) di Hotel Four Seasons Jakarta

Marketing akan melakukan strategy dibawah ini untuk mempengaruhi konsumen secara kognisi dan membuat produknya laku terjual.

  • Iklan: produk dari restaurant akan di iklan kan di majalah-majalah, di informasikan melalui social media (facebook, twitter, instagram, pinterest,dll)
  • Promosi penjualan: Pemberian discount pada saat event-event tertentu, misalkan Christmas, Easter promo, Valentine’s promo, serta pemberian produk/hadiah langsung tertentu bagi inhouse guest yang melakukan santap malam.
  • Personal selling: Staff yang handal, full info dari produk dan menu yang ada, cakap dan ramah yang akan memberikan personalized service pada customer.

 

2.  Affective

Afektif adalah perasaan yang timbul sebagai tanggapan berupa emosi, perasaan, suasana hati dan evaluasi.

Contoh kasus: Penjualan Produk Oakley di toko Retail store.

Marketing akan melakukan strategy dibawah ini untuk mempengaruhi customer secara affective dan  membuat produk yang ada laku terjual.

  • People: staff yang ramah, helpful, informative
  • Produk: visual merchandising produk yang eye cathching,
  • Pricing: adanya variasi harga dari yang promo maupun yang new release
  • Promo: adanya promo terhadap produk tertentu dan di musim tertentu
  • Distribution: Lokasi penjualan produk yang ada di lokasi-lokasi mall ternama dan tersebar di kota-kota besar, desain toko yang unik, nyaman dan inovatif.